بسم الله الرحمن الرحيم
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
وَما أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا
“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.
Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar?;
dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”
(AL-Furqon: 20)
Benar!!!
Kita adalah lakon bagi diri kita masing-masing
Semoga tiap pertemuan kita dalam hidup ini
Menjadi pertemuan yang penuh hikmah dan manfaat
Mampu beriktiyar dengan ihktiyar yang shahih, ada contohnya dari rasulullah
Dan sekiranya ujian, ujian yang meluluskan dan berakhir manis diakhirnya
Dan kelak sebagai hamba-Nya yang beruntung
Allah memberi amanah pada diri kita untuk hal yang tiada sia-sia
Kita layak menjadi orang besar
Sebesar hati kita yang Allah tiada sedetikpun mencopotnya dari raga
Sebesar peranan diri kita dalam kehidupan ini
Kita begitu berharga, begitu berharga jua bagi kehidupan disekitar kita
Mari berpikir dan berlapang seluas samudera
Kita kafilah penuh muatan
Bercengkrama tentang tugas dan kebenaran
Mata kita api, hati bukan sekedar lautan
Kita begitu berharga, sebesar apa yang Allah amanahkan pada diri kita
“Tiada yang melebihi kebesaran dan kemaha-agungan Allah”
Berikan apa-apa yang terbaik bagi diri kita, pada orang-tua kita, pada orang-orang sekitar kita
Buktikan khusnuddhan mereka
Buktikan kita sebagai selayaknya seorang hamba…
========================================================================
Pepohonan adalah jiwa-jiwa kami
Tumbuh dari hujan rahmat
Berpendar keseluruh bumi
Jiwa kami adalah cahaya bertabur bintang
Bersemayam di abad-abad
Menjadi meteor dimata kami
Di genggaman tangan jadi mutiara
Hanya kuasa-Mu
Melingkupi seluruh penjuru langit dan bumi
Menundukkan seluruh hati
Menumbuhkan seluruh kehidupan
“Siramilah jiwa-jiwa kami dengan cahaya-Mu
Untuk memekarkan para hati yang kami temui
Hanya dengan kemuliaan-Mu
Kami bisa kembali
>>> Kami percaya saudaraku semua mampu dan memahami maknanya…
Dan mari kita belajar, beramal dan berdo’a untuk kebahagiaan dan keselamatan kita semua
Mampu melalui terjalnya dunia ini dan pulang dengan selamat
Dan yakinlah semakin terjal jalan kita lalui semakin bermaknalah kita
Meski hanya sedikit orang yang mampu atau mau melewatinya
Sinar Matamu
Ada bayang-bayang hidup dimatamu
Memancar sinar menyilaukan
Ada yang bilang itu keteguhan
Ada pula yang bilang itu bertekun untuk menang
Tapi itulah kau
Semangat yang memancar
Pekik jiwa bergema adzan
Berpikir besar layak jadi orang besar
>>> Kami percaya, karna saudaraku orang yang begitu berharga
Mulai Dari yang Kecil
Mari bersyukur dengan yang kecil-kecil
Sebab sepanjang pantai adalah pasir
Takkan bisa membendung badai
Bukan pula lautan
Meski kita air
Layak berpikir samudra
Bukan kapal karam…
>>> Mulai yang terdekat, saat ini!…
Begitu rindu menuju langit-Mu
Sujud memutih bersama tebing cahaya-Mu
Meski kami tetap berendam dibumi-Mu…
“Kaki kami mengakar dibumi
Ubun-ubun menjangkau seluruh langit
Senyum menyapa seluruh jiwa
Hati kami hanya pada-Mu…”
>>> Semoga semakin bermakna teruntuk saudaraku semua…
Saudaraku dan Sahabatku
Kita adalah seluruh halaman
Semua menang dan hati kita lukisan
Kutampar kau penuh senyuman
Kadang jadi musuh kadang pahlawan
Meski darah kita terteteskan
Hilang tersapu angin…
Kita pengembara dengan bidadarinya masing-masing
Tanpa perlu lencana
Karna kita selalu berpiala…
>>> Kutampar engkau!!!, karna engkau semua adalah sahabat dan saudaraku…
Sebagian dari puisi ana:
Live_and_Humanisme
Spiritualism_and_Pray
Reply teruntuk tulisan saudariku Nandri:
Lakukan_Pekerjaan_Besar
Recent Comments